Langsung ke konten utama

hukum batal atau tidak (wudhu) sentuhan ditempat umum?

      SEMUA INFO -
Arkhan termasuk orang yang gigih menjaga kesucian diri dari hadast.
Setiap kali wudhunua batal, ia segera mengambil air wudhu, dimana pun tempatnya.

Namun saat naik angkutan umum, hal ini dirasakannya sulit. Ia tidak bisa mengelak dari persinggungan antara kulitnya dengan kulit penumpang lainnya yang berhimpit himpitan didalamnya, termasuk wanita yang kebetulan disamping arkan. Meskipun ia sudah berupaya menghindari persinggungan/senggolan.

Lalu siapakah yang batal arkan atau penumpang wanitanya?

Ada dua pendapat dalam masalah ini.

1. Untuk orang yang menyentuh , batal wudhunya berdasarkan QS.AN NISA
 "atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka tayammumlah kamu dengan tanah yang baik (suci). (Qs.an nisa :43)

2. Untuk orang yanh disentuh, ada dua pendapat.

    •Qaul jadid menyatakan batal. Karena tatkala yang menyentuh batal, otomatis yang disentuh juga batal.

    •Qaul qadim tidak batal, berdasarkan kisah dewi aisyah dalam hadist :
     "Pada suatu malam aku tak mendapati Rasulullah saw. Di ranjang. Kemudian aku mencari beliau dengan tanganku dan mengenai telapak kaki beliau yang tejulur (sedang shalat), kemudiam aku mendengar beliau berdoa : aku memohon perlindungan dengan ridhamu dari murkamu dan dengan keselamatanmu dari siksamu." (HR.Daruquthni)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

asal usul kata JANCOK yang sebenarnya

SEMUA INFO - Hello sobat pasti kalian sering dengar kata JANCOK khususnya di daerah surabaya, kata jancok adalah hal lumrah dan malah menjadi sapaan jika bertemu teman dekat, teman lama bahkan saudara kita sendiri. Pasti penasaran bukan kenapa orang orang surabaya tidak marah ketika mereka mengucapkan kata jancok. Jadi begini asal usul kata jancok. Kata JANCOK itu bukan sebuah makian melainkan itu adalah nama sebuah kendaran perang lebih tepatnya TANK (JAN COX) tentara belanda dijaman penjajahan disurabaya. Tank itu kecil sehingga bisa masuk ke-gang gang kecil diperkampungan. Setiap tank belanda itu masuk kegang masyarakat surabaya berteriak JANCOK...!!!. Kemungkinan adalah memberi tahu kepada masyarakat lain bahwa ada tank jepang yang datang. Dan menjadi kebiasaan setiap tank itu datang masyarakat surabaya selalu mengatakan kata itu hingga menjadi kebiasaan dan bahasa yang lumrah. Namun disebagian wilayah tepatnya diluar wilayah surabaya/jawa timur kata JANCOK ...